Berajalanlah di muka bumi ini dengan penuh ketawadhu'an.. Karena Allah hanya melihat hatimu bukan kedokmu..

Jumat, 04 Juli 2008

Kisah amal seorang Hamba beserta 7 Malaikat penjaga Langit

7 Langit, 7 Malaikat Penjaga, & 7 Amal Sang Hamba (TiGA)

 

 by: anugerah_w on Tuesday, May 03,2005 - 10:33

 

Hudzaifah.org-

Dari Ibnu Mubarak & Khalid bin Ma'dan, mereka berkata kepd Mu'adz bin  Jabal,   

"Mohon ceritakan kepada kami sebuah hadits yg tlah Rasulullah ajarkan kepdmu, yg dihafal o/mu & selalu diingat2nya karena sgt kerasnya hadits tsb & sgt halus serta dlmnya makna. Hadits manakah yg engkau anggap sbg hadits terpenting?"

Mu'adz menjawab, "Baiklah,akan aku ceritakan" Tiba2 Mu'adz menangis tersedu.Lama sekali tangisannya itu, hingga bbrp saat kemudian baru terdiam. Beliau kemudian berkata, "Emh,sungguh aku rindu sekali kepd Rasulullah.Ingin sekali aku bersua kembali dg beliau...". Kemudian Mu'adz melanjutkan:

Suatu Hari ketika aku menghadap Rasulullah Saw.yg suci, saat itu beliau tengah menunggangi untanya.Nabi kmdn menyuruhku u/turut naik bersama beliau dibelakangnya.Aku pun menaiki unta tsb dibelakang beliau.Kmdn aku melihat Rasulullah menengadah ke langit & bersabda, "Segala kesyukuran hanyalah diperuntukkan bagi Allah yg telah menetapkan kepd setiapCiptaan-Nya apa2 yg Dia kehendaki.Wahai Mu'adz!

Labbaik,wahai penghulu para rasul"

"Akan aku ceritakan kpdmu sebuah kisah, yg apabila engkau mjaganya baik2,maka hal itu akan memberikan manfaat bagimu. Namun sebaliknya,apabila engkau mengabaikannya,maka terputuslah hujjahmu di sisi Allah Azza wa Jalla!

"Wahai Mu'adz...Sesungguhnya Allah Yg Maha Memberkati&Maha Tinggi telah menciptakan 7 malaikat sebelum Dia menciptakan petala langit & bumi. Pada setiap langit terdapat 1 malaikat penjaga pintunya, & menjadikan penjaga dari tiap pintu tsb 1 malaikat yg kadarnya disesuaikan dg keagungan dari tiap tingkatan langitnya"

 

"Suatu hari naiklah malaikat Hafadzah dgamalan seorg hamba yg amalan tsb memancarkan cahaya & bersinar bagaikan matahari. Hingga sampailah amalan tsb ke langit dunia (as-samaa'I d-dunya) yaitu sampai kedlm jiwanya. Malaikat Hafadzah kemudian memperbanyak amal tsb & mensucikannya"

Namun tatkala sampai pd pintu langit 1, tiba2 malaikat penjaga pintu tsb berkata,"Tamparlah wajah pemilik amal ini dg amalannya tersebut!! Aku adalah pemilik ghibah...Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepdku u/mencegah setiap hamba yg telah berbuat ghibah,di antara manusia-membicarakan hal2yg berkaitan dg orang lain yg apabila orang itu mengetahuinya,dia tidak suka mendengarnya-u/dapat melewati pintu langit 1 ini!"

Kmdn keesokan harinya malaikat Hafadzah naik ke langit beserta amal shalih seorang hamba lainnya. Amal tsb bercahaya yg cahayanya terus diperbanyak oleh Hafadzah & disucikannya, hingga akhirnya dpt menembus ke langit ke2. Namun malaikat penjaga pintu langit kedua tiba2 berkata,"Berhenti kalian!Tamparlah wajah pemilik amal tsb dg amalannya itu! Sesungguhnya dia beramal namun dibalik amalannya itu dia menginginkan penampilan duniawi belaka ('aradla d-dunya). Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepadaku u/tdk membiarkan amalan si hamba yg berbuat itu melewati langit ke2 ini menuju langit berikutnya!"

Mendengar itu semua,para malaikat pun melaknati si hamba tsb hingga petang harinya.

 

 

 

 Malaikat Hafadzah lain naik bersama amalan sang hamba yg nampak indah,yg didlmnya tdpt shadaqah, shaum2nya serta perbuatan baiknya yg melimpah. Malaikat Hafadzahpun memperbanyak amal tersebut & mensucikannya hingga akhirnya dpt menembus langit 1 & ke-2

Namun ketika sampai di pintu langit ketiga,tiba2 malaikat penjaga pintu langit tsb berkata,"Berhentilah kalian! Tamparkanlah wajah pemilik amalan tsb dg amalan2nya itu! Aku adalah penjaga al-Kibr(sifat takabur).Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepdku u/tidak membiarkan amalannya melewatiku,karena selama ini dia selalu bertakabur di hadapan manusia ketika berkumpul dlm setiap majelis pertemuan mereka"

Malaikat Hafadzah lain naik ke langit demi langit dg membawa amalan seorg hamba yg tampak berkilauan bagaikan kerlip bintang gemintang & planet.Suaranya tampak bergema & tasbihnya bergaung disebabkan ibadah shaum, shalat, haji & umrah, hingga tampak menembus tiga langit 1 & sampai ke pintu langit keempat"

"Namun malaikat penjaga pintu tersebut berkata, "Berhentilah kalian! & tamparkan dg amalan2 tsb ke wajah pemiliknya! Aku a/malaikat penjaga sifat 'ujub

 (takjub akan keadaan jiwanya sendiri).Rabb Pemeliharaku memerintahkan kepdku

agar tidak membiarkan amalannya melewatiku hingga menembus langit sesudahku.

Dia selalu memasukkan unsur 'ujub didlm jiwanya ketika melakukan suatu perbuatan!"

Malaikat Hafadzah lainnya naik bersama amalan seorg hamba yg diiring bagaikan iringan pengantin wanita menuju suaminya.Hingga sampailah amalan tsb menembus langit ke5 dg amalannya yg baik berupa jihad, haji & umrah. Amalan tsb memiliki cahaya bagaikan sinar matahari"

"Namun sesampainya di pintu langit ke5 tsb, berkatalah sang malaikat penjaga pintu,

"Saya adalah pemilik sifat hasad (dengki).Dia telah berbuat dengki kepd manusia ketika mereka diberi karunia o/Allah.Dia marah terhadap apa2 yg telah Allah ridlai dlm ketetapan-Nya. Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku u/tdk membiarkan amal tsb melewatiku menunju langit berikutnya!"           

Malaikat Hafadzah lain naik dg amalan seorg hamba berupa wudlu yg sempurna, shalat yg banyak, shaum2nya, haji & umrah, hingga sampailah ke langit yg ke6. Namun malaikat penjaga pintu langit ke-6 berkata, "Saya adalah pemilik ar-rahmat (kasih sayang).Tamparkanlah amalan si hamba tersebut ke wajah pemilikinya. Dia tidak memilki sifat rahmaniah sama sekali di hadapan manusia. Dia malah merasa senang ketika melihat musibah menimpa hamba lainnya.Rabb Pemelihara memerintahkanku untuk tdk membiarkan amalannya melewatiku menuju langit berikutnya!"

Naiklah malaikat Hafadzah lain bersama amalan seorg hamba berupa nafkah yg berlimpah, shaum, shalat, jihad & sifat wara' (berhati2 dlm bermal). Amalan tsb bergemuruh bagaikan guntur & bersinar bagaikan bagaikan kilatan petir. Namun ketika sampai pada langit yg ke7, berhentilah amalan tsb di hadapan malaikat penjaga pintunya"

Malaikat itu berkata, "Saya a/pemilik sebutan (adz-dzikru) / sum'ah (mencintai kemasyhuran) di antara manusia. Sesungguhnya pemilik amal ini berbuat sesuatu karena menginginkan sebutan kebaikan amal perbuatannya didlm setiap pertemuan. Ingin disanjung di antara kawan2nya & mendptkn kehormatan di antara para pembesar.

Rabb Pemeliharaku memerintahkan aku u/tdk membiarkan amalannya menembus

melewati pintu langit ini menuju langit sesudahnya. Dan setiap amal yg tdk diperuntukkan bagi Allah ta'ala secara ikhlas, maka dia telah berbuat riya',& Allah Azza wa Jalla tidak menerima amalan sesorg yg diiringi dgriya' tersebut.!"

Dan malaikat Hafadzah lain naik beserta amalan seorg hamba berupa shalat, zakat, shaum demi shaum, haji, umrah, akhlak yg berbuahkan hasanah, berdiam diri, berdzikir

kepd Allah Ta'ala, maka seluruh malaikat di 7 langit tsb beriringan menyertainya

hingga terputuslah seluruh hijab dlm menuju Allah Subhanahu. Mereka berhenti di hadapan ar-Rabb yg Keagungan-Nya (sifat Jalal-Nya) bertajalli. & para malaikat tsb menyaksikan amal sang hamba itu merupakan amal shalih yg diikhlaskannya hanya bagi Allah Ta'ala"

"Namun tanpa disangka Allah berfirman, 'Kalian a/malaikat Hafadzah yg menjaga amal2 hamba-Ku, & Aku a/Sang Pengawas, yg memiliki kemampuan dlm mengamati apa2 yg ada didlm jiwanya. Sesungguhnya dg amalannya itu, sebenarnya dia tdk menginginkan Aku. Dia menginginkan selain Aku! Dia tidak mengikhlaskan amalannya bagi-Ku. & Aku Maha Mengetahui terhadap apa yg dia inginkan dari amalannya tsb. Laknatku bagi dia yg telah menipu makhluk lainnya & kalian semua, namun Aku sama sekali tidak tertipu olehnya. &Aku adalah Yg Maha Mengetahui segala yg ghaib, Yg memunculkan apa2 yg tersimpan didlm kalbu2. Tdk ada 1pun di hadapan-Ku yg tersembunyi, dan tidak ada yg samar di hadapan-Ku terhadap segala yg tersamar..... Pengetahuan-Ku terhadap apa2 yg tlah terjadi sama dg pengetahuan-Ku terhadap apa2 yg belum terjadi.

Pengetahuan-Ku terhadap apa2 yg telah berlalu sama dg pengetahuan-Ku terhadap yg akan datang. & pengetahuan-Ku terhadap segala sesuatu yg awal sebagaimana pengetahuan-Ku terhadap segala yg akhir. Aku lebih mengetahui sesuatu yg rahasia & tersembunyi. Bagaimana mungkin hamba-Ku menipu-Ku dg ilmunya. Sesungguhnya dia hanyalah menipu para makhluk yg tidak memiliki pengetahuan, & Aku Maha Mengetahui segala yg ghaib. Baginya laknat-Ku!!"

"Mendengar itu semua maka berkatalah para malaikat penjaga 7 langit beserta 3000 pengiringnya, 'Wahai Rabb Pemelihara kami, baginya laknat-Mu & laknat kami" Dan berkatalah seluruh petala langit, 'Laknat Allah baginya &laknat mereka yg melaknat buat sang hamba itu!"

Mendengar penuturan Rasulullah Saw. sedemikian rupa, tiba2 menangislah Mu'adz Rahimahullah, dg isak tangisnya yg cukup keras...

Lama baru terdiam kemudian dia berkata dengan lirihnya, "Wahai Rasulullah......Bagaimana bisa aku selamat dari apa2 yg telah engkau ceritakan tadi...??"

 Rasulullah bersabda, "Oleh karena itu wahai Mu'adz ikutilah Nabimu didlm sebuah keyakinan.."

Dg suara yg bergetar Mu'adz berkata, "Engkau adalah Rasul Allah, & aku hanyalah seorang Mu'adz bin Jabal....Bagaimana aku bisa selamat dan lolos dari itu semua...??"

 Nabi yg suci bersabda, "Baiklah wahai Mu'adz, apabila engkau merasa kurang sempurna dalam melakukan semua amalanmu itu, maka cegahlah lidahmu dari ucapan ghibah & fitnah terhadap sesama manusia, khususnya terhadap saudara2mu yg sama2 memegang Alquran. Apabila engkau hendak berbuat ghibah / memfitnah org lain, haruslah ingat kepd pertanggungjawaban jiwamu sendiri, sebagaimana engkau tlah mengetahui bahwa dlm jiwamupun penuh aib-aib"

Janganlah engkau mensucikan jiwamu dg cara menjelek2kan org lain. Jangan angkat derajat jiwamu dg cara menekan org lain. Janganlah tenggelam didlm memasuki urusan dunia shg hal itu dapat melupakan urusan akhiratmu. Dan janganlah engkau berbisik2 dg seseorang, padahal di sebelahmu terdapat org lain yg tidak diikutsertakan"

Jangan merasa dirimu agung & terhormat di hadapan manusia, karena hal itu akan membuat habis terputus nilai kebaikan2mu di dunia & akhirat. Janganlah berbuat keji didlm majelis pertemuanmu shg akibatnya mereka akan menjauhimu karena buruknya akhlakmu.Janganlah engkau ungkit2 kebaikanmu di hadapan org lain"

Janganlah engkau robek orang2 dg lidahmu yg akibatnya engkau pun akan dirobek2 oleh anjing2 Jahannam, sebagaimana firman-Nya Ta'ala, "Demi yg merobek2 dengan merobek yg sebenar2nya..." (QS An-Naaziyat [79]: 2) Di neraka itu, daging akan dirobek hingga mencapat tulang"

Mendengar penuturan Nabi sedemikian itu, Mu'adz kembali bertanya dg suaranya yg semakin lirih, "Wahai Rasulullah, Siapa sebenarnya yg akan mampu melakukan itu semua....??"

Wahai Mu'adz...! Sebenarnya apa2 yg telah aku paparkan tadi dg segala penjelasannyaserta cara2 menghindari bahayanya itu semua akan sangat mudah bagi dia yg dimudahkan oleh Allah Ta'ala. Oleh karena itu cukuplah bagimu mencintai sesama manusia, sebagaimana engkau mencintai jiwamu sendiri, dan engkau membenci mereka sebagaimana jiwamu membencinya. Dengan itu semua niscaya engkau akan mampu & selamat dalam menempuhnya!!" Khalid bin Ma'dan kemudian berkata bahwa Mu'adz bin Jabal sangat sering membaca hadits tersebut sebagaimana seringnya beliau membaca Alquran, & sering mempelajarinya serta menjaganya sebagaimana beliau mempelajari & menjaga Alquran di dalam majelis pertemuannya.

Al-Ghazali Rahimahullah kemudian berkata, "Setelah kalian mendengar hadits yg sedemikian luhur beritanya, sedemikian besar bahayanya, atsarnya yg sungguh menggetarkan, serasa akan terbang bila hati mendengarnya serta meresahkan akal & menyempitkan dada yg kini penuh dengan huru-hara yg mencekam. Kalian harus berlindung kepada Rabb-mu, Pemelihara Seru Sekalian Alam" Berdiam diri di ujung sebuah pintu taubat, mudah-mudahan kalbumu akan dibuka oleh Allah dengan lemah lembut, merendahkan diri & berdoa, menjerit & menangis semalaman. Juga di siang hari bersama orang-orang yg merendahkan diri, yg menjerit & selalu berdoa kepada Allah Ta'ala. Sebab itu semua adalah sebuah persoalan besar dalam hidupmu yg kalian tidak akan selamat darinya melainkan disebabkan atas pertolongan & rahmat Allah Ta'ala semata"

 

"Dan tidak akan bisa selamat dari tenggelamnya di lautan ini kecuali dengan hadirnya hidayah, taufiq serta inayah-Nya semata. Bangunlah kalian dari lengahnya orang2 yg lengah. Urusan ini harus benar2 diperhatikan oleh kalian. Lawanlah hawa nafsumu dalam tanjakan yg menakutkan ini. Mudah-mudahan kalian tidak akan celaka bersama orang-orang yg celaka. Dan mohonlah pertolongan hanya kepada Allah Ta'ala, kapan saja & dalam kadaan bagaimanapun. Dialah yg Maha Menolong dengan sebaik-baiknya…….

Wa laa haula wa laa quwwata illa billaah...see u again

 



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

Tidak ada komentar: